Mendeteksi Program Komputer yang Mengakses Internet

Diposkan oleh Jun Setyawan on Wednesday, 23 April 2014


Anda mungkin bertanya kenapa perlu di deteksi, bukankan program yang akses internet itu browser, aplikasi instant messenger, aplikasi social networking client (twitdeck dll)?  Eits, belum tentu.
Bisa jadi aplikasi-aplikasi yang anda instal memerlukan (atau di-setting) otomatis melakukan update yang perlu mengunduh data dari internet, atau bisa jadi ada program sejenis virus di komputer anda yang bisa mengirim data-data ke alamat server internet tertentu. Wah, bisa bahaya tuh.
Deteksi ini akan sangat bermanfaat juga untuk menghemat biaya akses internet anda, terutama jika anda berlangganaan paket yang berdasar quota jumlah data  atau membeli per besar paket (Mbyte), karena quota anda mungkin justru terpakai oleh aplikasi yang tidak anda inginkan.
Nah, tips berikut dibawah ini akan memberikan beberapa pilihan untuk mendeteksi aplikasi apa saja yang mengakses internet :

  1. Menggunakan command prompt.
  2. memang pilihan ini hanya cocok untuk anda yang biasa menggunakan command prompt saja. Buka aplikasi command prompt dengan mengarahakan ke menu start di windows -> run kemudian ketik ‘cmd‘ (tanpa tanda petik). Setelah jendela command prompt terbuka ketikkan netstat pada saat koneksi internet anda aktif, kemudian sederet aplikasi port dan koneksi akan tertampil.
  3. Menggunakan Windows Network Resource Explorer
  4. Jika pilihan pertama terasa agak rumit membacanya, gunakan resource monitor yang sudah menjadi bawaan Windows 7 / Vista.  Pada Windows buka windows search box dengan mengetikkan “Tombol Windows+F” , kemudian ketikkan “perfmon” klik perfmon.exe pada hasil pencarian. Setelah terbuka, klik resource monitor seperti gambar dibawah
    kemudian pilih tab network. Pada tab tersebut akan ditambil semua aktifitas yang berkaitan dengan koneksi network, termasuk pada internet.
    Jika anda memenukan aplikasi yang mencurigakan atau tidak anda inginkan untuk mengakses network atau internet, klik kanan pada nama image aplikasi kemudia klik “end process” untuk mematikan aplikasi.
  5. Menggunakan TCPEye 1.0
  6. Mungkin cara ini adalah cara paling mudah dalam pengoperasiannya, dan bisa dijalankan juga pada Windows XP. Setelah anda unduh TCPEye, buka aplikasinya, kemudian aplikasi gratis ini akan menampilkan (dari kolom kiri ke kanan) : proses di komputer, server atau website yang dituju, lokas program di komputer dan nama aplikasinya. Tepatnya seperti ini :
     
    Yang mengasyikkan dari TCPEye adalah kita dapat melihat daftar server website yang diakses beserta negara lokasi dimana server tersebut berada. Aplikasi yang lain biasanya hanya menunjukkan IPnya saja.  Seperti halnya pada network resource monitor, jika ada aplikasi yang mencurigakan, tinggal klik kanan untuk menhentikan proses aplikasi tersebut.
edited from http://adf.ly/QRg9N
Read More Mendeteksi Program Komputer yang Mengakses Internet

Universitas Widya Kartika KKN-PPM di Pondok Pesantren Sunan Drajat

Diposkan oleh Jun Setyawan on Saturday, 5 April 2014


Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh selama kuliah untuk membantu permasalahan nyata yang ada di masyarakat. Maka, sebuah kebanggan tersendiri ketika masyarakat sekitar bisa merasakan manfaat keberadaan mereka.
Universitas Widya Kartika (Uwika) kembali menyelenggarakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) – Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di awal tahun 2014 yang diikuti kurang lebih 150 mahasiswa UWIKA dari Fakultas Bahasa dan Sastra, Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi.
Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MOU antara UWIKA dan Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan pada 24 Mei 2013, maka KKN tahun ini dilaksanakan di Ponpes Sunan Drajat di Desa Banjaranyar, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan selama tiga hari, 14-16 Februari 2014.
Rombongan UWIKA yang dipimpin oleh Rektor Dr. Murpin Josua Sembiring, S.E., M.Si. disambut langsung oleh Pengasuh Ponpes Sunan Drajat,  Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur dan disuguhi penampilan hadrah dan barongsai dari santri-santri Ponpes Sunan Drajat.
Berbagai pengalaman ‘mengejutkan’ dialami para peserta KKN selama mereka berbaur dengan para santri Ponpes Sunan Drajat. “ Ternyata pemahaman saya tentang Pondok Pesantren selama ini salah. Saya kira disini hanya sekolah dan mengaji saja. Ternyata para santri bisa belajar manajemen berikut pengelolaan bisnis. “ kata Liang Yohanna, mahasiswi Prodi bahasa Mandarin. Yohanna mendapat pengalaman baru lagi ketika beristirahat. Mereka malam itu tidak tidur di kamar dengan kasur empuk seperti di rumah masing-masing. Para peserta KKN harus tidur hanya beralaskan tikar atau plastik bekas spanduk dan sebagian karpet, tanpa bantal dan guling berbaur bersama para santri Ponpes. Para mahasiswa bukan hanya KKN-PPM, tetapi mereka juga benar-benar menjalani ‘Live-In’ yang sesungguhnya.
Ada lima program pada KKN tahun ini yaitu manajemen usaha, kependidikan, bina lingkungan, Sumber Daya Manusia (SDM) , dan Informasi & Komunikasi (Infokom). Terjadi transfer pengetahuan dan pengalaman selama KKN berlangsung. Mahasiswa dan mahasiswi UWIKA memberi pelajaran sesuai dengan bidang study masing-masing. Seperti halnya Yohanna yang memberikan pelajaran bahasa Mandarin dan memperkenalkan budaya Cina. “ Saya kebagian memperkenalkan bahasa Mandarin dan seni tali temali asal China (zhongguojie) ke teman-teman di pondok. “ lanjut Yohanna.
Anita, mahasiswi Teknik Arsitektur juga terkesan dengan KKN tahun ini yang diselenggarakan di Ponpes Sunan Drajat. “ Hebat sekali pondok ini karena punya beberapa perusahaan yang menjadi sayap bisnis ponpes. Ada air minum dalam kemasan, swalayan, radio dan televisi Persada, perusahaan batu gamping, travel umroh, industri garam, perkebunan dan masih banyak lagi. “ ujarnya. Kekaguman Anita dan mahasiswa lainnya pada ponpes bertambah tatkala menemukan ada ekstra kurikuler barongsai dan liong-liong untuk para santri, disamping hadrah dan band. Mereka menemukan pluralisme kebudayaan disini.
Seorang santriwati Madrasah Aliyah (MA), Umi Marifah senang menerima pengalaman baru dari kakak-kakak UWIKA. “ Saya jadi termotivasi ingin meneruskan kuliah di UWIKA. Apalagi UWIKA merupakan kampus pertama di Jawa Timur yang membuka jurusan Bahasa Mandarin. Saya ingin menjadi ahli bahasa mandarin. “ kata Umi seraya melanjutkan seni tali temali Cina.

Rektor UWIKA, Dr. Murpin Josua Sembiring,S.E., M. Si. sengaja membawa mahasiswa UWIKA untuk KKN di Ponpes Sunan Drajat karena ingin menanamkan nilai kepribadian nasionalisme kepada mahasiswanya. Beliau mengingatkan, ponpes dulunya adalah salah satu titik perlawanan terhadap penjajahan. Dari KKN di Ponpes, hasilnya akan juga digunakan pijakan untuk mengevaluasi kurikulum di kampus.
Pengasuh Ponpes Sunan Drajat yang juga mantan pengajar di Politeknik Unibraw Malang, Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur menyebut ponpes yang diasuhnya merupakan salah satu yang tertua di Indonesia dan satu-satunya ponpes peninggalan Sunan-sunan yang masih berdiri di Indonesia.  Kiai Ghofur mengatakan bahwa pondoknya terbuka untuk siapa saja, bahkan banyak tokoh-tokoh agama lain seperti Hindu dan Budha sempat singgah ke pondoknya. “Melalui tokoh-tokoh  agama ini, saya ingin menunjukkan kebaikan agar ditiru bahwa semua agama itu dari Tuhan oleh karena itu kita harus saling menjaga kerukunan antar umat beragama, tutupnya. 
Read More Universitas Widya Kartika KKN-PPM di Pondok Pesantren Sunan Drajat

Komik : Demokrasi Yang Fari Play

Diposkan oleh Jun Setyawan on Thursday, 3 April 2014

















Demokrasi Yang Fair Play, oke, langsung ja dech simak baik-baik komik di atas karya mas Aji Prasetyo

Read More Komik : Demokrasi Yang Fari Play
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Like This Like This !!!

×

Powered By Santri Drajat and Get This Widget