MAKALAH PARAGRAF DALAM BAHASA INDONESIA

Diposkan oleh Jun Setyawan on Wednesday, 27 February 2013

MAKALAH
PARAGRAF DALAM BAHASA INDONESIA


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM RADEN QOSIM
STAIRA
BANJARNYAR PACIRAN LAMONGAN
2013


BABI
PENDAHULUAN
santridrajat.blogspot.com
1.1 Latarbelakang
Selama inidalam membuat suatu paragraf sudah dilaksanakan dengan cukup baik. Dalammembuat suatu paragraf kita harus mengetahui syarat-syarat yang harus dipenuhidalam sebuah paragraf. Paragraf yang akan dibuat harus dapat mempunyai kepaduanantara paragraf yang lain. Kepaduan paragraf dapat terlihat
melalui penyusunankalimat secara logis dan melalui ungkapan-ungkapan pengait antar kalimat.Disini kita di tuntut agar mampu membuat suatu paragraf dengan baik dan benarsesuai dengan kaedah-kaedahnya.

1.2 Rumusan Masalah
1. Mengetahuipengertian paragraf
2.Syarat-syarat dalam membuat suatu paragraf
3. Pembagianparagraf menurut jenisnya
4. Mengembangkansuatu paragraf

1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dalampenulisan makalah ini adalah agar kita dapat mengetahui syarat-syarat yangharus diperhatikan dalam membuat suatu paragraf. Dapat mengetahui macam-macamparagraf dan dapat mengembangkan suatu paragraf dengan baik dan benar.
Jadi denganpenulisan makalah ini kita dapat melatih kita dalam membuat suatu paragraf yangbaik sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam suatu paragraf.

BABII
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Paragraf (Alenia)
Paragraf(Alenia) merupakan kumpulan suatu kesatuan pikiran yang lebih tinggi dan lebihluas dari pada kalimat. Paragraf adalah suatu penuangan ide penulis melaluikalimat atau kumpulan kalimat yang satu dengan yang lain dan hanya memilikisuatu topik atau tema.
Paragraf juga disebut sebagaikarangan singkat, karena adanya isi pikiran yang hendak disampaikan (isipikiran yang agak lugas), maka membutuhkan susunan yang khas.
Panjang atau pendeknya suatu paragraf akan ditentukan oleh banyak sedikitnya gagasanpokok yang diungkapkan. Bila segi-seginya banyak, memang layak kalau alenianyasedikit lebih panjang, tetapi seandainya sedikit tentu cukup dengan beberapa kalimat saja.
2.2 Struktur Paragraf
1. Deduktif
Strukturparagraf yang bersifat deduktif ini dimulai oleh kalimat inti, kemudian diikutiuraian, penjelasan argumentasi, dan sebagainya. Dimulai dengan pernyataan (yangtentunya bersifat umum), kemudian kalimat-kalimat berikutnya berusahamembuktikan pernyataan tadi dengan menyebutkan hal-hal khusus, ataudetail-detail seperlunya. Contoh:
Pada tahun 2008 kualitas masyarakatIndonesia semakin rendah. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya angkapengangguran di Indonesia.Yang tahun sebelumnya hanya 30%, prosentase angkapengangguran dan tahun ini bertambah menjadi 40%. Angka kriminalitas diIndonesia juga semakin membeludak.Dan yang paling parah banyak masyarakatIndonesia yang tidak mengikuti program pemerintah 9 tahun. Dilihat dari duarealita ini kita sudah bisa mengukur SDM masyarakat Indonesia.
santridrajat.blogspot.com
2. Induktif
Struktur paragraf yang bersifatinduktif adalah pola yang dimuali dengan kalimat inti, dimulai denganmenyebutkan hal-hal khusus atau uraian yang merupakan anak tangga untukmengantarkan pembaca kepada gagasan pokok yang terdapat pada kalimat intidiakhir alenia. Contoh:
Setiap hari Abo selalu pulang malam. Sekitar jam20.00. Sangat tak masuk akal jika seorang pelajar pulang malam. Diapun takpernah belajar. Hidupnya selalu di penuhi dengan gemerlapnya dunia. Tak adakata susah didalam pikirannya. Maka dariitu sangart wajar sekali jika Abo tidak naik kelas.

3. Deduktif dan Induktif
Pola paragaraf ini adalh gabungandari dua pola Deduktif dan Induktif. Di sini, pada kalimat pertama (sebagaikalimat inti) gagasan pokok telah dinyatakan; tetapi pada kalimat terakhir,kembali diulang sekali gagasan pokok tersebut. Contoh:
Dalamrangka menggunakan bahasa yang baik kita harus memperhatikan faktor-faktorberbahasa. Misalnya tempat berbicara dan tujuanberbicara. Kita mengetahui bahwa situasi pembicaraan di sekolah berbeda dengansituasi berbicara di kantor serta berbeda dengan di rumah, lapangan , gedungpertemuan. Sikap dan cara kita berbicara harus sesuai dengan tempat. Faktor-faktor tersebut memang berpengaruhdalam penggunaan bahasa.

4. Deskriptif atau Naratif
Dalam pola ini,gagasan pokok tidak terbatas hanya dalam satu kalimat saja. Inti persoalannyaakan didapati pada hampir semua kalimat dalam paragraf itu, baru dapat memahamigagasan yang hendak disampaikan oleh pengarangnya.


2.3 Syarat-syaratPembentukan Paragraf
1. Kesatuan
Tiap aleniahanya mengandung satu gagasan pokok atau satu topik. Fungsi alenia adalahmengembangkan gagasan pokok atau topik tersebut. Oleh karena itu, dalampengembangannya tidak boleh ada unsur-unsur yang sama sekali tidak berhubungandengan topik atau gagasan tersebut. Penyimpangan akan menyulitkan pembaca.Jadi, satu alenia hanya boleh mengandung satu gagasan pokok atau topik.
Alenia dianggapmempunyai kesatuan, jika kalimat-kalimat dalam alenia itu tidak terlepas daritopiknya atau selalu relevan dengan topik. Semua kalimat terfokus pada topikdan mencegah masuknya hal-hal yang tidak relevan.

2. Koherensi
Syarat keduayang harus dipenuhi oleh sebuah alenia ialah koherensi atau kepaduan, yakniadanya hubungan yang harmonis, yang memperlihatkan kesatuan kebersamaan antarasatu kalimat dengan kalimat yang lainnya dalam sebuah alenia.
Alenia yangmemiliki koherensi akan sangat memudahkan pembaca mengikuti alur pembahasanyang disuguhkan. Ketiadaan koherensi dalam sebuah alenia akan menyulitkanpembaca untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya.
santridrajat.blogspot.com
3. Perkembangan Paragraf
Perkembanganparagraf harus dijaga agar jangan sampai mengambang kearah yang tidak relevanuntuk menjelaskan gagasan pokok. Misalnya, alenia dimulai denagn kalimat intiyang menyebutkan gagasan pokok yang hendak disampaikan, maka perkembangannyaharus menjelaskan gagasan pokok tadi dalam kalimat-kalimat berikutnya, denganselalu berpegang pada prinsip kesatuan dan koherensi. Perkembangan paragrafdiarahkan untuk memperkuat memberikan argumentasi, atau mengkongkritkanpernyataan atau gagasan pokkok yang disampaikan dalam kalimat inti di awalalenia.
2.4 Jenis-jenis Paragraf
1. Paragraf Pembuka
Paragraf pembukaberperan sebagai pengantar untuk sampai kepada masalah yang akan diuraikan.Sebab itu, paragraf pembuka harus dapat menarik minat dan perhatian pembacaserta sanggup menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.
Paragraf pembukayang pendek jauh lebih baik, karena paragraf yang panjang hanya akanmenimbulkan kebosanan pembaca. Tetapi, tidak berarti bahwa makin pendekparagraf pembukanya makin baik, paragraf pembuka yang terlampau pendek mungkintidak dapat berperan apa-apa untuk menarik minat pembaca.
Paragraf pembuka(awal) mempunyai dua kegunaan, yaitu selain supaya menarik perhatian pembaca,juga berfungsi menjelaskan tentang tujuan dari penulis. Oleh karena itu,penulis harus mampu menyajikan pembukaan ini denagn kalimat-kalimat yangmenarik dan mudah dicerna serta tidak berbelit-belit.

2. Paragraf Penghubung
Paragrafpenghubung adalah semua paragraf yang terdapat antara paragraf pembuka danparagraf penutup. Masalah yang akan diuraikan terdapat dalam alenia penghubung.Paragraf penghubung berisi inti persoalan yang akan dikemukakan. Oleh sebabitu, secara kuantitatif alenia inilah yang paling panjang dan antara aleniadengan alenia harus saling berhubungan secara logis.
Sifat paragrafpenghubung tergantung pula dari jenis karangannya. Dalam karangan yang bersifatdeskriptif, naratif atau biografi dan eksposisi, alenia penghubung harusdisusun berdasarkan suatu perkembangan yang logis.

3. Paragraf Penutup
Paragraf penutupdimaksudkan untuk mengakhiri karangan atau bagian karangan. Dengan kata lain,paragraf ini mengandung kesimpulan pendapat dari apa yang telah diuraikan dalamparagraf-paragraf penghubung.
Seperti halnyadengan kedua paragraf di atas, paragraf penutup berbeda-beda pula menurut jeniskarangannya. Dalam karangan-karangan yang diskursif atau kontroversialdikembangkan pikiran-pikiran atau argumen-argumen yang segar, maka kesimpulanyang paling baik adalah ringkasan dengan pandangan pribadi penulis. Dalammembicarakan pokok-pokok ilmiah atau politis, maka ramalan masa depan merupakansuatu konklusi yang sangat baik. Dalam biografi, penilaian terakhir atas karyadan pengaruh orang tersebut merupakan kesimpulan yang paling baik.
santridrajat.blogspot.com
2.5 Pengembangan Paragraf
Dalampengembangan paragraf ada dua persoalan utama yaitu:
1. Kemampuan memperinci secara maksimalgagasan utama paragraf ke dalam gagasan-gagasan bawahan.
2. Kemampuan mengurutkan gagasan-gagasanbawahan ke dalam suatu urutan teratur.
Gagasan utamabiasanya didukung oleh kalimat topik. Gagasan-gagasan bawahan dapat didukungmasing-masing oleh sebuah kalimat atau lebih. Adapun juga kemungkinan bahwasemua gagasan bawahan sudah tercakup dalam kalimat topik. Contoh:

Kerangka Paragraf
GagasanPokok : Keindahan alam di BatuMalang
GagasanPenunjang : - manusiatelah mengubah segala-galanya
- hutan,sawah, dan ladang tergusur
- pohontidak ada
- pagarbunga sudah diganti
- gedungmerah dibangun

Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalampenulisan yang ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan atau membujuk pembaca. Dalampenulisan argumentasi isi dapat berupa pembuktian, alasan, maupun ulasanobyektif dimana disertakan contoh, alenia, dan sebab akibat. Contoh:
Mempertahankan kesuburan tanahmerupakan syarat mutlak bagi tiap-tiap usaha pertanian. Selama tanaman dalamproses menghasilkan, kesuburan tanah ini akan berkurang. Padahal kesuburantanah wajib diperbaiki kembali dengan pemupukan dan penggunaan tanah itusebaik-baiknya. Teladan terbaik tentang cara menggunakan tanah dan menjagakesuburannya dapat kita peroleh pada hutan yang belum digarap petani.

Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalampenulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan ataumemberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat. Contoh-contohtulisan eksposisi adalah berita di koran danpetunjuk penggunaan. Contoh:
Sampai harike-8, bantuan untuk para korban gempa Yogyakarta belum merata. Hal ini terlihatdi beberapa wilayah Bantul dan Jetis. Misalnya, di Desa Piyungan. Sampai saatini, warga Desa Piyungan hanya makan singkong. Mereka mengambilnya daribeberapa kebun warga. Jika ada warga yang makan nasi, itu adalah sisa-sisaberas yang mereka kumpulkan di balik reruntuhan bangunan. Kondisi seperti inimenunjukkan bahwa bantuan pemerintah kurang merata.

Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan dimanarangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah,dan akhir. Contoh:
Kubuka peralatan kerjaku di bagian sortir, danmulailah aku bekerja hingga istirahat pukul 12.00. Lima jam bekerja membuatpinggangku selalu terasa pegal. Satu jam istirahat aku gunakan untuk makan,salat, dan berbaring sejenak. Pukul empat, aku menyudahi pekerjaanku untukmemburu bus yang akan membawaku pulang.
santridrajat.blogspot.com

Metode-metode pengembangan paragrafsesuai dengan dasar pembentukan alenia.
1. Klimaks dan Anti – Klimaks
Perkembangangagasan dalam sebuah paragraf dapat disusun dengan mempergunakan dasar klimaks,yaitu suatu gagasan utama diperinci dengan sebuah gagasan bawahan yang dianggappaling rendah kedudukannya, berangsur-angsur dengan gagasan-gagasan lain hinggake gagasan yang paling tinngi kedudukannya atau kepentingannya.
Variasi dariklimaks adalah anti-klimaks, yaitu penulis mulai dari suatu gagasan atau temayang dianggap paling tinggi kedudukannya, kemudian perlahan-lahan menurunmelalui gagasan-gagasan yang lebih rendah hingga yang paling rendah.

2. Sudut Pandang
Yang dimaksuddengan sudut pandang adalah tempat dari mana seorang pengarang melihat sesuatu.Sudut pandang mencakup pengertian bagaimana pandangan atau anggapan penulis terhadapsubjek yang sedang digarapnya. Sudut pandang membantu merumuskan maksud penulisdan membatasi pokok yang akan digarapnya.

3. Perbandingan dan Pertentangan
Yang dimaksuddengan perbandingan dan pertentangan adalah suatu cara seorang pengarangmenunjukkan kesamaan atau perbedaan antara dua orang, objek, atau gagasandengan bertolak dari segi-segi tertentu. Segi-segi perbandingan harus disusunsedemikian rupa sehingga kita dapat sampai kepada gagasan sentralnya.

4. Analogi
Analogimerupakan perbandingan yang yang sistematis dari dua hal, maka tetapi denganmemperlihatkan kesamaan fungsi dari dua hal tersebut sebagai ilustrasi. Analogibiasanya digunakan untuk membandingkan sesuatu yang tidak atau kurang dikenaldengan sesuatu yang dikenal baik oleh umum.
5. Proses
Proses merupakansuatu urutan dari tindakan-tindakan atau perbuatan-perbuatan untuk menciptakanatau menghasilkan sesuatu, atau urutan dari sesuatu peristiwa atau kejadian.

6. Sebab – Akibat
Pengembanganalenia dapat pula dilakukan dengan menggunakan pola sebab-akibat sebagai dasar.Dalam hal ini sebab bisa bertindaksebagai gagasan utama, sedangkan akibatsebagai perincian pengembangannya. Tetapi dapat juga terbalik, akibat dijadikan gagasan utama sedangkanuntuk memahami sepenuhnyaakibat ituperlu dikemukakan sejumlah sebab sebagaiperinciannya.

7. Umum – Khusus
Caramengembangkan gagasan-gagasan dalam sebuah alenia secara teratur terbagi dua.Pertama, gagasan utamanya ditempatkan padaa awal alenia, danperincian-perinciannya terdapat dalam kalimat-kalimat berikutnya. Kedua,dikemukakan perincian-perinciannya, kemudian pada akhir alenia generalisasinya.Jadi, yang satu bersifat deduktif, sedangkan yang lainnya bersifat induktif.

8. Klasifikasi
Klasifikasiadalah sebuah proses untuk mengelompokkan gagasan-gagasan yang dianggapmempunyai kesamaan-kesamaan tertentu. Oleh sebab itu, klasifikasi tertuju padadua arah yang berlawanan yaitu:
1. Mempersatukansatuan-satuan ke dalam suatu kelompok.
2. Memisahkankesatuan tadi dari kelompok yang lain.

9. Definisi
Definisi dalampembentukan alenia adalah usaha pengarang untuk memberikan keterangan atau artiterhadap sebuah istilah atau hal.



BABIII
PENUTUPAN
santridrajat.blogspot.com
3.1 Kesimpulan
Karangan yang pendek / singkat yangberisi sebuah pikiran dan didukung himpunan kalimat yang saling berhubunganuntuk membentuk satu gagasan disebut paragraf/alinea. Untuk dapat membuat suatuparagraf yang baik harus memiliki dua ketentuan yakni kesatuan paragraf dankepaduan paragraf.
Pengembangan paragraf mencakup dua hal:
  1. Kemampuan memerinci secara maksimal gagasan utama alinea ke dalam gagasan-gagasan bawahan;
  1. Kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan bawahan ke dalam suatu urutan yang teratur.

3.2 Saran
Mahasiswa di tuntut untuk lebihdalam mempelajari pelajaran Bahasa Indonesia. Karena dengan itu dapat menambahwawasan kita. Misalnya dalam pembuatan suatu paragraf, kita tidak keliru lagi.Lebih memahami unsur-unsur yang menyangkut suatu paragraf.




DAFTARPUSTAKA

Arifin, E.Zaenal dan Tasai, S.Amran. 2008. Cermat Berbahasa Indonesia.Jakarta:Akademi Pressindo.
Faizah,Hasnah. 2009. Bahasa Indonesia. Pekanbaru:Cendikia Insani.
santridrajat.blogspot.com
Hermandra.2008. Bahasa Indonesia di PerguruanTinggi. Pekanbaru: Cendikia Insani.
Comments
0 Comments
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Like This Like This !!!

×

Powered By Santri Drajat and Get This Widget